Masukkan keyword yang anda cari di sini

Selasa, 05 Juli 2016

Tabrakan Beruntun, Satu Keluarga Tewas di Tempat

Tabrakan Beruntun Satu Keluarga Tewas di Tempat
(ilustrasi.Sindonews)
A+ A-
MERANGIN - Kecelakaan lalu lintas menjelang hari raya Idul Fitri kembali terjadi di Kabupaten Merangin, Jambi, Seni 4 Juli 2016 sore.

Kali ini sebuah sepeda motor di tabrak dua kendaraan roda empat di jalan lintas sumatera kilometer 23 Desa Simpang Papit, Kecamatan Pamenang, Merangin, Jambi. Akibat kecelakaan tersebut tiga nyawa melayang di lokasi.

Kecelakaan tersebut bermula saat sepeda motor jenis Honda Verza BH  3410 QM yang di kendarai Mahmudin (39) bersama istrinya Sidarni(38) dan anaknya Marsal(3)  warga Kabupaten Kerinci, hendak mudik lebaran dari Kabupaten Sarolangun ke Kabupaten Kerinci menggunakan sepeda motor.

Namun Belum sampai ke kabupaten Kerinci, korban mengalami kecelakaan di Desa Papit Kecamatan Pamenang Barat kabupaten Merangin.

Saat itu korban hendak menyalip kendaraan yang berada di depannya, nahas dari arah berlawanan ada sebuah mobil Inova BK 1049 QU yang di kendarai Sutrisno(55) warga Sumatera Utara dengan kecepatan tinggi.

Seketika, sepeda motor yang di kendarai Mahmudin beserta istri dan anaknya menyenggol spion mobil dan terjatuh, usai terjatuh kendaraan korban rupanya juga membentur mobil sedan Suzuki Baleno BH 1171 LM yang di kendarai Erlandi(33) warga kecamatan Bangko yang berada tepat di belakang mobil Inova.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor dan penumpangnya tewas, namun untuk pengendara mobil inova dan sedan Baleno tidak mengalami luka.

Mendapatkan informasi telah terjadi kecelakaan, anggota unit kecelakaan Polres Merangin langsung menuju lokasi kejadian, dan langsung melakukan olah tempat kejadian serta mengevakuasi seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Merangin AKP Teguh Patriot saat di konfirmasi sindonews membenarkan jika telah terjadi Laka Lantas.

"kejadian di Desa Simpang Papit, antara sepeda motor dan dua mobil mini bus, untuk korban tiga orang meninggal dunia dilokasi" ungkap AKP Teguh

Selanjutnya, dia juga mengatakan untuk seluruh kendaraan sudah d evakuasi ke kantor unit laka, dan mayat korban sudah berada di Rumah Sakit Umum kota Bangko.

"korban sudah berada di Rumah Sakit umun Kota Bangko, tinggal menunggu pihak keluarga menjemputnya," sebutnya.

Kini kasus Laka Lantas tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian Sat Lantas Polres Merangin.

Baznas Subang Target Kumpulkan Zakat Fitrah Rp30 Miliar

Baznas Subang Target Kumpulkan Zakat Fitrah Rp30 Miliar
(ilustrasi.Sindonews)
A+ A-
SUBANG - Ramadhan 2016 ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Subang, menargetkan mampu mengumpulkan zakat fitrah senilai Rp30 miliar, dari para muzakki (pemberi zakat).

"Saat ini, pengumpulan zakat masih terus berlangsung, dan belum direkapitulasi. Tapi kami targetkan bisa mengumpulkan hingga Rp30 miliar,"ujar Kepala Baznas Subang, Anang Jauharudin.

Zakat yang terkumpul sebanyak itu, kata dia, ada yang langsung disalurkan kepada masing-masing mustahik jika zakatnya dilakukan perorangan, dan ada juga yang disalurkan kepada mustahik yang dikoordinir oleh lembaga, seperti pesantren atau yayasan yatim piatu.

"Hasil zakat itu, ada juga yang kami salurkan berupa santunan kepada pasien-pasien tak mampu di rumah sakit, dan mereka yang berhak lainnya," paparnya.

Untuk memperluas pelayanan dan manfaat dana zakat yang terkumpul, serta meningkatkan sosialisasi zakat kepada para muzakki, pihaknya melakukan sejumlah langkah terobosan yang kreatif. Di antaranya, membuka posko mudik di jalur pantura, yang dilengkapi fasilitas pelayanan.

"Di posko ini, pemudik yang beristirahat bisa mendapatkan beberapa pelayanan, seperti cek darah, pijat refleksi, dan informasi penting lainnya. Dengan terobosan ini, diharapkan minat warga untuk berzakat makin bertambah," kata Anang.

Menurutnya, animo masyarakat untuk berzakat, khususnya zakat mal (harta) dan zakat profesi, perlu terus ditingkatkan.

Karena potensinya sangat besar, dan jika disalurkan dengan tepat, akan berdampak meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat.

Dia menyebut, berdasarkan hitungan Baznas Pusat, potensi zakat mal dan profesi yang bisa dikumpulkan dari warga Jawa Barat, dapat mencapai sebesar Rp17 triliun. Dimana, sekitar Rp500-600 miliarnya bisa dikumpulkan dari warga Kabupaten Subang.

"Tentu saja, nilai zakat segitu sangat besar, dan kami yakin mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat kecil, jika dikelola dan disalurkan dengan tepat," pungkasnya.

Kreatif, Veri dan Rofikul Warga Jepon Ubah Bambu Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan

infoblora.com

Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si diapit Veri (kiri) dan Rofikul (kanan) menunjukkan karya miniatur kapal dan bentuk lainnya di depan rumah, kemarin. (foto: rs-infoblora)
BLORA. Tangan-tangan kreatif pencipta karya seni kerajinan terus bermunculan di berbagai wilayah Blora. Setelah sebelumnya ada perajin pelepah pisang, perajin gantungan kunci limbah kayu, perajin limbah kaleng, dan perajin miniatur kereta, kini di Jepon muncul kreator baru pencipta kerajinan bambu yang dibuat bentuk miniatur kapal, kendaraan dan bentuk lainnya.

Bambu yang tadinya tidak begitu mahal harganya, di tangan 2 pemuda warga RT 02 RW 08 Dukuh Ngelobener Kelurahan Jepon ini diubah menjadi kerajinan miniatur kapal dan kendaraan lainnya yang nilainya bisa mencapai jutaan rupiah.

Ialah Veri Dwi Santoso dan Rofikul, dua pemuda kreatif yang punya ide cemerlang mengubah bambu yang ada di sekitar rumahnya menjadi kerajinan tangan yang bisa dijadikan souvenir, hiasan ruangan hingga koleksi.

“Dahulu awalnya kerja di perkapalan, namun karena sesuatu hal akhirnya keluar dan pulang ke Blora. Baru beberapa bulan ini muncul ide membuat miniatur kapal dari bambu. Pertama-tama saya coba merakit sendiri, ternyata ada yang minat dan memesan. Sejak itu saya terus membuatnya dan berinovasi berdua dengan Rofikul,” ungkap Veri, Senin (2/5).

Datang langsung ke rumah Veri, Wakil Bupati memesan miniatur kapal untuk
dipasang di ruang kerjanya. (foto: rs-infoblora)
Dengan mengambil bahan dasar bambu apus yang mempunyai karakter khusus, ia berkreasi membuat berbagai bentuk perlengkapan kapal sebelum nantinya disusun menjadi miniatur kapal layar atau kapal pinishi.

“Saya pakai bambu apus yang sudah tua seta rantingnya. Sebelum dipakai, kita haluskan dahulu dalam bentuk bilah-bilah bambu. Yang sulit itu membuat pernak pernik kecil hiasan kapal,” lanjutnya.

Ia mengaku untuk bentuk miniatur kecil yang paling sederhana bisa membutuhkan waktu pembuatan minimal 2-3 hari. Sedangkan miniatur kapal besar yang berukuran 1 meter bisa membutuhkan waktu hingga 2 minggu.

“Untuk harga dimulai dari Rp 250.000 untuk miniatur kapal paling kecil, hingga Rp 2 jutaan untuk miniatur kapal yang besar. Alhamdulillah setelah saya upload di media sosial banyak yang berminat dan memesan. Bisa untuk membantu ekonomi keluarga,” papar Veri.

Pesanan tidak datang dari masyarakat umum saja, para pelaut dan nelayan di wilayah pesisir juga banyak yang memesan kerajinan hasil karya Veri dan Rofikul tersebut. Bahkan Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si datang langsung ke rumah Veri untuk melihat geliat usaha kerajinannya serta memesan miniatur kapal.

Ia mengaku kaget saat didatangi Wakil Bupati Blora di rumahnya yang ingin mengetahui usaha kerajinannya tersebut. “Wakil Bupati sampai datang sendiri ke rumah untuk memesan. Saya kaget dan berterimakasih sudah mau datang memberikan semangat serta motivasi,” ujarnya.

Sementara itu saat ditemui di rumah Veri, Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si mengaku tertarik dengan kerajinan karya pemuda Ngelobener Jepon ini. “Ini kerajinan baru, selama ini yang saya ketahui kerajinan dari kayu jati. Ternyata di Blora ada kerajinan dari bambu. Perlu terus didukung dan dikawal pengembangannya. Nanti bisa diarahkan ke Disperindagkop UMKM agar mendapatkan pembinaan, mulai pengembangan usaha, permodalan hingga pemasarannya,” ucap Arief Rohman.

Setelah bicara panjang lebar dengan Veri dan Rofikul, Wakil Bupati H.Arief Rohman pun mengajak 2 pemuda ini untuk foto bareng sebagai kenang-kenangan. “Rene mas foto bareng kanggo kenang-kenangan. Nanti tak bantu masarke ke temen-temen biar dikenal lebih luas. Pesan saja lewat nomor hp nya Mas Veri di 089685165119,” pungkasnya. (rs-infoblora)

Kios Kaos Khas Blora Mulai Keluarkan Desain Baru Menjelang Lebaran

infoblora.com

Dendhy saat membeli kaos khas Blora di kios Viesta Shop, semalam. Ia tertarik dengan kaos bertemakan kearifan lokal. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Mendekati lebaran Idul Fitri sekaligus musim liburan sekolah, sejumlah perajin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Blora mulai memamerkan hasil produksi terbarunya untuk dijadikan oleh-oleh bagi para pemudik. Salah satunya kios kaos oblong khas Blora, Viesta Shop yang berlokasi di komplek pertokoan Blok T Blora.

Vesta Wahyuningsih (40) pemilik kios menyatakan bahwa untuk menambah koleksi kaos bertemakan Blora dirinya pun mulai menampilkan desain-desain baru dari beberapa pembuat kaos.

“Lebaran banyak yang mudik untuk cari oleh-oleh khas Blora. Sehingga agar pilihannya lebih banyak, saya tampilkan desain baru bertemakan kearifan lokal Blora. Tidak hanya Samin, Pramoedya, Tirto Adi Suryo dan Sate, kini juga ada design baru tentang Barongan dan permainan kata-kata dialeg Blora,” ucapnya, semalam.

Beberapa pembeli sedang memilih kaos bertemakan Blora di kios Viesta Shop.
(foto: ag-infoblora)
Beberapa hari terkahir ini menurutnya mulai berdatangan para pencari kaos khas Blora dari para perantau yang pulang ke kampung halaman. Anggapan mereka, akan lebih bangga mengenakan kaos produk lokal dengan tema kearifan lokal saat berada di kota perantauan.

Seperti yang dilakukan Dendhy perantau asal Kecamatan Kunduran datang ke Blora untuk membeli 3 kaos oblong di kios Viesta Shop. Ia mengaku senang bisa memilih beragam kaos bertemakan Blora.

Vesta menambahkan, untuk kaos-kaos yang dijualnya terbuat dari bahan cotton yang halus dan adem. “Harganya berkisar Rp 75 ribu hingga Rp 115 ribu untuk spesial ukuran XXXL,” terangnya.

Tidak hanya kaos saja, kios yang buka setiap hari mulai pukul 08:30 hingga 16:30 WIB dan malam hari mulai 19:00 WIB hingga 21:00 WIB tersebut juga memasarkan souvenir lainnya seperti batik Blora, topi, gantungan kunci barongan, udeng, syal, dan baju samin. (rs-infoblora)

Jelang Lebaran, Peningkatan Order Kue Kering di Blora Capai 90 Persen

infoblora.co

Profitana Wijayanti salah satu perajin kue kering Blora yang kebanjiran order jelang lebaran. (foto: teg-infoblora)
BLORA. Memasuki pekan terakhir bulan Ramadan, sejumlah pembuat kue kering di Blora mulai kebanjiran order. Kenaikan omset produsen kue kering bahkan mencapai hingga 90 persen.

Salah satu pembuat kue kering di Kelurahan Tempelan Blora, Profitana Wijayanti (29) menjelaskan, sejak dua minggu menjelang lebaran pesanan kue kering mulai meningkat.

 “Sebelum puasa sudah membuat namun konsumen belum begitu banyak. Namun semakin mendekati Lebaran, pesanan makin bertambah banyak pesanan,” kata Profitana Wijayanti, Rabu (29/6) kemarin.

Menurutnya, pemesan kue berasal dari sejumlah wilayah sekitaran Blora dan dari dalam wilayah Blora sendiri yaitu kantor dinas instansi, pemilik kios, dan sejumlah masyakarat untuk parsel dan oleh-oleh.

“Alhamdulillah mulai banyak pesanan, hingga saat ini kurang lebih 600 toples dengan sejumlah isi jenis kue sudah terjual, dari sejumlah wilayah luar Blora di antaranya Solo dan sejumlah wilayah lainnya,” ungkap perempuan dua anak itu.

Usaha yang di beri nama Profit ini sudah ditekuni sejak dua tahun lalu. Saat ini sudah mulai terlihat hasilnya diantaranya pesanan yang terus meningkat setiap tahunnya dan sejumlah kue-kue kering yang ia produksi.

“Untuk produksi saya di bantu oleh ibu, adik dan satu karyawan. Sedangkan untuk kue-kue yang di buat di antaranya kue kering nastar, kue lidah kucing, kue coklat, dan sejumlah kue lainnya,” ujarnya.

Profitana menjelaskan dalam sehari pembuataan ia mampu menjual hingga 100 toples dengan harga per toples ia mematok harga mulai harga 20 ribu hingga 24 ribu. Kali ini ada peningkatan order jika dibanding hari-hari biasa. “Kenaikan kurang lebih 90 persen dari hari bisa,” ucapnya.

Ia menambahkan untuk pemasaran pihaknya menitipkan kue kering di sejumlah kios di wilayah blora maupun beberapa kios luar blora. “Selain titip saya juga jual lewat online seperti posting kue lewat instagram dan medsos lainya,” terangnya.

Sekedar diketahui menjelang lebaran kue kering seperti nastar dan kue lainnya memang banyak diburu oleh masyarakat untuk hidangan maupun parsel lebaran. (teg-infoblora)

Minggu, 03 Juli 2016

ketiaka tujuan hidup tak lagi terealisasikan, maka ku hanya bisa pasrah pada keaddaan yang sekarang, meski ku mulai menyerah tanpa ada semangat dalam jiwa, hati terasa hampa tanpa adanya cinta, cinta yang memberi kedamaian dada, kini semua telah sirna, entah dimakan waktu, zaman bahkan ku tak tau lagi apa yang sbenarnya kan terjadi dihidupku, masa masa depanku, keinginanku, cita cita ku dan kebahagian kebahagian yang selama ini sangat sangat aku impikan, kini ku mulai lelah, seharusnya ku menerima semuanya dengan enjoy, tapi apalah daya, memang ini kenyataannya, semua teori teori yang ada hanyalah sebuah crita yang tak akan bisa diwujudkan mungkin oleh semua orang, tak terkecuali diriku sendiri disini, yang hanya menyerah pasraah pada takdirMu, kenyataan yang membuatku lemah, rapuh dan seakan akan ku tak snggup untuk menjalani kehidupan sekarang, cinta yang tiada, kehidupan yang masih dibilang belum terlalu sempurna, tapi apalah daya ku hanya bisa meminta, berdoa dan berusaha yang sekiranya aku sanggup, melewati setiap cobaan demi cobaan halangan demi halangan dan bahkan suatu perang sekalipun, ya benar, hidupku sudah seperti perang dunia , entah mungkin akan lebih bersedih lagi apabila aku kan terus terpuruk dan tak bisa memahami apa maksud dan takdir dariMu, kehidupan yang hampa, cinta mana lagi yang akan kutemui, akankah semu abisa tejadi ????? kenyataan memang tak kan seperti yng kita duga duga, kdang baik kadang tak sehati, tapi ku tetap saja bingung sampai sekrang ini apa tujuan hidup yang hakiki, nafs yang dikaruniai sang ilahi, oksigen yang selalu tersedia dan air yang seeakan tiada tara jumlahnya,
mungkin, benar saat ini ku sedang, galau, gundah gulana, semua bercampur aduk disini, dihati ini, dibadan dan jiwa ini yang lama tak merasakan kebahagiaan, di setiap detik dan waktuku, ku hanya ingin berdoa, tolong bahagiakan ke2 orang tuaku, semua keluarga keluarga ku, hanya itu saja keinginan2 terbesarku setelah adanya cinta di lubuk  ini, tuhan tolong kabulkan itu semua,
 ku hanya bisa berdoa dan meminta jika ibadahku selama ini hanya sebuah ecek ecek di hti nurani,
alhamdulillah dan alhamduliillah trimakasih Tuhan telah memberiku kesempatan hidup sanpai detik ini.