Masukkan keyword yang anda cari di sini

Minggu, 07 Agustus 2016

Lebih Menarik, Pertamina & SKK Migas Tunggu Konsep Pengembangan Kedungpupur

infoblora.com

Kolam renang Kedungpupur peninggalan Belanda di tengah hutan jati Desa Ledok Kecamatan Jiken, bersebelahan dengan kawasan sumur minyak tua. Berpotensi jadi alternatif wisata baru di Blora. (foto: sam-firdaus)
BLORA. Pasca mengikuti rapat koordinasi rencana pengembangan Desa Wisata Ledok di Kantor Bupati Blora (20/7) lalu, perwakilan Pertamina EP Cepu dan SKK Migas langsung meninjau lapangan untuk melihat potensi yang dimiliki Desa Ledok Kecamatan Sambong yakni Kedungpupur dan lapangan Sumur Minyak Tua.
Rombongan yang diikuti Pak Fatah Yasin dari SKK Migas, Mbak Tiara dan Auliya dari Humas Pertamina EP Cepu bersama rekan pun langsung mendatangi Desa Ledok guna mengetahui kondisi riil di lapangan.
“Saya sudah 4 tahun bertugas di Pertamina EP Cepu, dan sudah beberapa kali ke Ledok tapi baru kali ini tahu ada kolam renang Kedungpupur peninggalan Belanda di tengah hutan yang airnya jernih dan banyak digunakan warga untuk berekreasi. Asyik, menarik dan berpotensi untuk dikembangkan. Apalagi hutan di sekitarnya masih hijau sehingga udaranya pun masih segar,” ucap Tiara.
Perwakilan SKK Migas, Pertamina EP Cepu bersama Camat Sambong dan
Kades Ledok sat berkunjung di Kedungpupur. (foto: ag-infoblora)
Begitu juga dengan Fatah Yasin, perwakilan SKK Migas yang baru pertama kali datang ke Ledok menyatakan bahwa kondisi alam di kawasan pertambangan sumur minyak tua yang bersebelahan dengan Kedungpupur masih cukup bagus.
“Alamnya masih hijau meskipun di tengah hutan jati terdapat ratusan sumur minyak tua yang dikelola warga dan KKKS Pertamina EP Cepu. Ini menandakan tingkat pencemaran lingkungannya masih rendah, sehingga potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata lebih bagus jika dibandingkan dengan Wonocolo Bojonegoro yang alamnya sudah rusak,” terangnya.
Apalagi menurutnya di lapangan sumur minyak tua Ledok juga terdapat situs sumur minyak pertama kali yang dieksplorasi di Indonesia pada saat zaman penjajahan kolonial Belanda yang dinamakan Sumur Magung.
“Sumur tuanya masih beroperasi dengan bagus, tidak merusak alam. Ada situs sumur minyak tua pertama di Indonesia, sehingga ada nilai sejarahnya. Dilengkapi dengan kolam Kedungpupur yang segar. Ini sangat berpotensi untuk dikembangkan. Kami akan menunggu bagaimana konsep pengembangan kawasan ini yang akan disusun oleh Pemkab melalui dinas terkait. Pertamina dan SKK Migas pasti akan mendukung sesuai kebutuhan yang ada di konsep tersebut. Kalau perlu Pemkab melakukan studi kelayakan jika meman serius akan dijadikan kawasan desa wisata sumur minyak tua,” ujar Tiara, didampingi Auliya, Fatah Yasin dll.
Hadir dalam kesempatan itu, Camat Sambong Luluk Kusuma Agung Ariyadi S.STP dan Kepala Desa Ledok Sardi mendampingi kunjungan perwakilan SKK Migas dan humas Pertamina EP Cepu. Camat dan Kades berharap tidak hanya Pertamina dan SKK Migas yang bisa turut serta membantu pengembangan potensi wisata di Ledok, namun Perhutani selaku pemilik lahan di kawasan hutan sekitar Kedungpupur juga diharap bisa turut memberikan dukungan.

(berita sebelumnya, klik Jadi Desa Wisata, Potensi Kedungpupur dan Sumur Tua Ledok Akan Ditata)

“Sudah sering ada kegiatan di kawasan Kedungpupur Ledok ini. Baik perkemahan pecinta alam, event sepeda jelalah alam (offroad), kepramukaan dll. Bulan depan dalam rangka Hari Pramuka ke 55, rencananya kegiatan kepramukaan tingkat Kabupaten Blora juga akan dipusatkan disini, sehingga harapannya bisa lebih mengenalkan kembali kawasan Ledok Kedungpupur sebagai salah satu alternatif wisata,” ucap Camat Sambong. (rs-infoblora)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar