Masukkan keyword yang anda cari di sini

Senin, 29 Agustus 2016

5 Kostum Khas Blora Pukau Ribuan Penonton Dekranasda Carnival Jateng 2016

Ritus Ratu Agung dengan kostum Dewi Sri salah satu peserta Dekranasda Carnival Jateng 2016 perwakilan Blora yang berhasil memukau penonton. (foto: ag-infoblora)
MAGELANG. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jateng ke 66 yang dipusatkan di Kota Magelang 26-28 Agustus 2016, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng menggelar acara Carnival dengan tema pesona kriya. Masing-masing kota/kabupaten se Jawa Tengah turut serta mengikutinya, seperti halnya Blora.
Lima kostum carnival engan bahan dasar batik Blora karya desainer lokal pun ikut ditampilkan di event yang berlangsung di Alun-alun Magelang, Sabtu siang (27/8). Diantaranya adalah kostum carnival bertema Gembong Amijoyo (Barongan) sebagai panglima perang, Dewi Sri, Merak Hijau Blora, Sate Blora dan Jati Denok. Ribuan penonton pun terpukau dan selalu mengajak foto.
“Lima kostum carnival tersebut kita buat bersama tim dengan mengangkat tema besar Ritus Ratu Agung. Alhamdulillah sambutan penonton cukup bagus dan meriah. Setiap kali berjalan selalu dimintai foto,” ujar David Pradana, desainer kostum yang ikut mengawal carnival.
Merak ijo alas Blora, kostum kedua dari Dekranasda Blora yang memukau.
(foto: rs-infoblora)
Mengambil start di depan Balai Diklat Kemenkeu Kota Magelang, masing-masing peserta carnival berjalan sambil menunjukkan pesona kostumnya menuju panggung kehormatan yang berada di atas Alun-alun Magelang sebelah timur.
Tim Blora saat beraksi di depan panggung kehormatan diawali dengan tradisi sedulur sikep (samin) yang sedang melakukan upacara adat mengucapkan rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi. Kemudian datanglah sosok tokoh berkostum Dewi Sri, dewi padi pemberi kesuburan yang dikawal Gembong Amijoyo (kostum barongan) dengan peliharaan merak hijau cantik khas Blora. Diikuti putri sate dan jati denok.
Kepakan sayap merak, Dewi Sri dan kostum Sate dikolaborasikan dengan garangnya tokoh Gembong Amijoyo dan jati yang gemulai membuat penonton kagum hingga bertepuk tangan. Penampilan sedulur sikep, ledhek tayub dan jaranan semakin memperkuat suasana adat tradisi khas Blora.
Garangnya kostum Gembong AMijoyo "Barongan" Blora ikut memeriahkan kesuksesan Dekranasda Carnival. (foto: ag-infoblora)
“Kita diberikan waktu 3 menit untuk tampil memberikan atraksi di depan panggung kehormatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Ibu selaku Ketua Dekranasda Jateng, jajaran Forkopimda Jateng dan Bupati/Walikota se Jateng,” ucap Vesta Wahyuningsih salah satu pendamping tim Blora lainnya.
Setelah tampil di depan panggung kehormatan, peserta carnival terus melenggak lenggok memamerkan kostum hingga finish di Jl.Alun-alun Selatan dan kembali ke Balai Diklat.
Kostum bertema Sate Blora dengan sayap api, arang dan tusukan sate salah satu kreasi Blora yang mencuri perhatian dewan juri di Magelang. (foto: ag-infoblora)
“Bagus dan kreatif, apalagi masing-masing tim mengusung seni dan potensi lokal masing-masing daerah. Saya paling suka tim kesenian Blora dengan kostum Dewi Sri yang anggun didukung dengan merak cantik dan barongan yang garang. Bagus,” kata Dendy, salah satu penonton asal Magelang, saat ditanyai Info Blora.
Hadir langsung untuk memberikan dukungan, Ibu Bupati Hj.Umi Kulsum Djoko Nugroho selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Blora dan Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si beserta Ibu Hj.Ainus Solicah Arief Rohman. Rombongan ibu-ibu PKK Kabupaten Blora juga hadir langsung memberikan dukungan di Alun-alun Magelang.


Putri Jati Denok, kostum Dekranasda Carnival kelima dari Blora yang apik dan cantik. (foto: ag-infoblora)
Acara berakhir hingga pukul 17.00 WIB dengan cuaca hujan gerimis. Meskipun demikian semua peserta tetap tampil maksimal di sepanjang rute yang telah ditentukan. (rs-infoblora)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar