Masukkan keyword yang anda cari di sini

Minggu, 07 Agustus 2016

Keren, Blora Jadi Pilot Project Teknologi Ramah Lingkungan CCS di Asia Tenggara

infoblora.com on Aug 4, 2016 | 10:30 AM

Bupati Blora H.Djoko Nugroho menyimak Wakil Rektor ITB yang sedang menyampaikan materi sosialisasi teknologi CCS. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Setelah beberapa waktu lalu telah berhasil menjadi pilot project program jaringan gas rumah tangga di Desa Sumber Kec.Kradenan, kini Kabupaten Blora kembali dipilih menjadi pilot project penerapan teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi potensi pemanasan global dengan cara menanam gas karbon ke dalam tanah. Lebih tepatnya teknologi Carbon Capture Srotage (CCS).

Teknologi CCS tersebut telah disosialisasikan pada Rabu (3/8) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora oleh Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan Prof. Dr. Wawan Gunawan A Kadir bersama ilmuwan Dr. Masami Hato dari Waseda University Jepang, Dr. Toru Takahashi dari Fukuda Geological Institute dan Mr. Isamu Kuboki dari JICA Jepang.

Secara langsung Bupati Blora H.Djoko Nugroho membuka acara sosialisasi teknologi CCS yang dihadiri segenap jajaran Forkopimda, SKPD se Kabupaten Blora, kalangan akademisi migas,  serta pelaku industri pertambangan migas.

“Terimakasih, arigatou gozaimasu Mister, sudah datang di Kabupaten Blora untuk melaksanakan sosialisasi teknologi ramah lingkungan. Sebelumnya ini Blora sudah disurvey beberapa tahun dan tahun depan kabarnya akan mulai dilaksanakan. Hebatnya ini yang pertama kali di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Kita harus berbangga dan seluruh jajaran pemerintahan harus mendukungnya,” kata Bupati.

Usai sosialisasi, Bupati dan ilmuwan pengusung teknologi CCS foto bersama
(foto: ag-infoblora)
Sementara itu Prof. Dr. Wawan Gunawan A Kadir sebagai pemberi materi sosialisasi menjelaskan teknologi CCS akan digunakan untuk menangkap karbon dari pembuangan industri migas Blok Gundih yang ada di Kecamatan Kradenan.

“Gas karbon yang dibuang dengan cara dibakar itu akan kita tangkap agar tidak memperparah pemanasan global, lalu kita tanam ke sumur bawah tanah. Yang asalnya dari bumi, kita injeksikan lagi ke dalam bumi sehingga pencemaran bisa berkurang. Rencananya gas karbon dari Gundih tersebut akan kita tanam di sumur Jepon-01,” ucap Prof Wawan.

Ia membenarkan jika proyek ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dengan mengambil wilayah Blora sebagai pilot project percontohannya. “Se ASEAN pun, baru ini yang akan dilaksanakan. Singapura juga sedang akan merintis. Sedangkan di Asia, Jepang yang pertama kali menerapkan sejak 2004. China juga sedang melaksanakan. Semoga saja kita tidak disalip China,” lanjut Prof Wawan.

Dirinya menjelaskan, masalah pemanasan global kini sudah menjadi masalah dunia, tidak hanya maasalah Indonesia saja. Jika gas karbon hasil industri terus menerus dilepaskan di udara, tidak mustahil es di kutub utara dan kutub selatan akan mencair yang akibatnya lebih dari 1000 pulau kecil di Indonesia bisa tenggelam.

“Indonesia memang memiliki 17 ribu pulau, tapi bukan berarti kehilangan 1000 pulau itu tidak berpengaruh. Jakarta saja bisa tenggelam nanti jika kutub mencair. Jangan sampai hal itu terjadi, kita cegah bersama dengan teknologi ini,” terang Prof Wawan.

Menurutnya nanti Indonesia khususnya Blora akan menjadi nomor 4 di dunia yang menerapkan teknologi CCS.  Sangat ramah lingkungan karena menyerap kadar CO2.
“Karbon CO2 dari CPP PPGJ Gundih yang ada di Desa Sumber Kecamatan Kradenan akan ditangkap dan diangkut menggunakan truk untuk diinjeksikan ke lapangan sumur Jepon-01. Kami ambil memilih lapangan gas Blok Gundih sebagai lokasi penangkapan karbon, karena industri gas di lokasi ini memiliki kadar CO2 cukup besar yakni 20 persen,” ujarnya.

Progres saat ini sudah dilakukan tahap persiapan injeksi meskipun injeksi sendiri akan dilakukan pada 2017. Program itu mendapatkan pendanaan dari sejumlah lembaga donor dan dari Kyoto University Jepang. “Jika ini berhasil maka Blora akan bisa menurunkan kadar emisi CO2 dan sekaligus keberhasilan nasional. Kami minta dukungan semua pihak, semoga ini berhasil,” pungkasnya. (ag-infoblora)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar