Masukkan keyword yang anda cari di sini

Jumat, 19 Februari 2016

Pasca Dilantik, Djoko-Arief Diminta Berani Tertibkan Kafe Karaoke dan Lokalisasi

Written By infoblora.com on Feb 18, 2016 | 5:11 AM

Pasca dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blora 2016-2021, kini H.Djoko Nugroho dan H.Arief Rohman, M.Si dihadapkan ada berbagai permasalahan, salah satunya soal penertiban kafe karaoke dan lokalisasi. (foto: tio-infoblora)
BLORA. Pasca dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blora masa jabatan 2016-2021 oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Lapangan Simpanglima Semarang pada Rabu (17/2) kemarin, kini duet kepemimpinan Blora H.Djoko Nugroho dan H.Arief Rohman, M.Si mulai dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang sedang dikeluhkan warga dan perlu untuk segera disikapi.

Salah satunya adalah menjamurnya industri hiburan malam berupa kafe dan karaoke berbau “esek-esek” yang banyak didirikan, tidak hanya di wilayah perkotaan namun sudah merambah ke pedesaan. Selain itu keberadaan lokalisasi di beberapa kecamatan yang dikhawatirkan menjadi sarang peredaran narkoba dan virus AIDS juga diminta untuk ditertibkan.

Seperti yang diungkapkan Siswanto, salah satu tokoh kepemudaan Blora asal Kecamatan Tunjungan mengatakan bahwa Djoko Nugroho dan Arief Rohman harus sudah siap mengatasi permasalahan yang dihadapi warga.

“Banyaknya kafe karaoke dan adanya lokalisasi banyak dikeluhkan warga serta menimbulkan permasalahan sosial yang dampak negatifnya dapat merusak generasi muda di Blora. Pak Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik kami minta untuk menyikapi hal ini. Perlu adanya penertiban yang tegas dari pemerintah,” ucap Siswanto, Kamis (18/2).

Dalam seratus hari pemerintahannya nanti, dirinya meminta Djoko-Arief fokus menangani penertiban kafe karaoke sebab sudah banyak muncul protes dari masyarakat, seperti yang ada di Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon dan Desa Adirejo Kecamatan Tunjungan.

“Pengaturan kafe dan karaoke harus ditegaskan kembali, semua karaoke wajib berijin sebagai usaha di bidang kepariwisataan. Yang tidak punya izin itu ilegal dan harus dibubarkan,” ucap Siswanto yang juga anggota DPRD Blora dari Partai Golkar ini.

Menurutnya jika ternyata sudah memiliki ijin, maka harus ditarik pajak tiap tahun. Jangan ada alasan apapun, atau diberikan toleransi. Izin lingkungan juga penting, karena mendirikan tempat hiburan malam harus memperoleh persetujuan dari warga setempat.

Sementara itu tentang adanya lokalisasi di Jepon, Cepu dan Kunduran, pihaknya juga meminta pasangan Djoko-Arief bisa tegas melakukan penertiban. Sediakan lapangan pekerjaan yang sesuai dan berikan ketrampilan kerja terampil kepada para pekerja seks komersial agar tidak mengandalkan upah pria hidung belang.

“Kalau perlu ditutup saja itu lokalisasi dan PSK nya diarahkan untuk bekerja yang lebih mapan. Karena kebanyakan mereka terpaksa jadi PSK karena keterbatasan ekonomi dan minimnya ketrampilan untuk mencari pekerjaan,” bebernya.


Selain penertiban kafe karaoke dan lokalisassi, Djoko-Arief juga harus memperbaiki pelayanan publik khususnya dalam hal kemudahan perijinan agar investasi mudah masuk di Blora. Selama ini masih abu-abu, nanti harus lebih fakus jelas persayaratannya, diperjales berapa hari jadinya serta biaya yang dibutuhkan. “Jika perlu dipasang saja di depan kantor Badan Perijinan sehingga transparan tidak seperti selama ini,” pungkasnya. (tio-infoblora)

Usai Melantik, Ganjar Minta Djoko-Arief Fokus Perbaikan Infrastruktur di Kab.Blora

Written By infoblora.com on Feb 19, 2016 | 7:00 AM

Gubernur Ganjar Pranowo memberikan ucapan selamat kepada Bupati Blora Djoko Nugroho didampingi Wakil Bupati Arief Rohman. Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Blora fokus membenahi infrastruktur selama 5 tahun kedepan. (foto: teg-infoblora)
BLORA. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo setelah melantik Bupati Blora H.Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman, M.Si pada Rabu (17/2) lalu ternyata memberikan tugas khusus kepada duet pemimpin Kabupaten Blora masa bakti 2016-2021 ini untuk fokus melakukan perbaikan infrastruktur.

Ketika dihubungi tim Info Blora melalui salah satu akun media sosial pribadinya, Jumat (19/2) dan ditanyai tentang harapannya terhadap kepemimpinan Djoko-Arief di Kabupaten Blora, Ganjar langsung menjawab pembenahan infrastruktur.

“Bupati Blora, saya minta untuk fokus pembenahan infrastruktur baik jalan maupun jembatan. Masih banyak laporan dari rakyat Blora yang masuk ke akun twitter saya tentang kerusakan jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan di pedesaan. Ini harus jadi fokus utama dan PR buat Pak Kokok dan Mas Arief,” kata Ganjar Pranowo.

Menurutnya, jalan merupakan akses utama pendukung pembangunan ekonomi daerah. Semua aktifitas masyarakat dilakukan melalui jalan. Jika jalan rusak maka pertumbuhan ekonomi dan kemajuan suatu daerah pasti akan terhambat. Bupati harus sadar tentang hal ini, dan dirinya akan terus mendorong agar perbaikan infrastruktur terus dilakukan.

Pemkab Blora sendiri sejak beberapa tahun ini memang terus melakukan perbaikan jalan secara berkelanjutan. Tahun ini di awal 2016, sejumlah proyek perbaikan jalan yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora juga sudah mulai dikerjakan.

Sedangkan untuk jalan provinsi di wilayah Kabupaten Blora, Pemprov Jateng melalui Dinas Bina Marga telah merencanakan pembangunan jalan dengan rigid beton di sejumlah ruas yang ada di Blora tahun 2016 ini. Bina Marga Jateng menarget pada 2018 semua jalan provinsi di Kabupaten Blora bisa dinikmati dengan baik, perbaikan dilakukan bertahap.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu saat Gubernur Ganjar Pranowo berkunjung ke Blora selalu menyempatkan diri meninjau keadaan jalan di kabupaten paling ujung timur Jawa Tengah ini. Bahkan ia pernah ngamuk saat mengetahui jalan provinsi ruas Cepu-Randublatung di depan Perhutani KPH Randublatung rusak dan berdebu. Ia memerintahkan Bina Marga Jateng untuk segera memperbaikinya. (rs-infoblora)

info lebih lengkap mengenai berita di Blora kunjungi link di bawah ini
 
 http://www.infoblora.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar